Fabel

Akibat Ulah Serakah

Suatu malam yang dingin, hujan turun dengan lebat. Beberapa hewan memilih tetap berada di rumahnya. Namun tak sama halnya dengan keluarga kodok. Mereka tak memiliki tempat tinggal. Mereka mencoba berteduh di bawah pohon.

Ibu kodok sangat gelisah, ia masih menunggu Ayah kodok yang belum juga pulang. Mungkin sedang berteduh di pinggir jalan, pikirnya. Anak-anaknya terlihat kedinginan. Ibu kodok memeluk erat anak-anaknya. Ia lalu memutuskan untuk membawa anaknya mencari tempat terdekat agar bisa menghangatkan tubuh anak-anaknya yang masih kecil.

Ia berjalan sambil terus medekap anak-anaknya. Tak lama kemudian, ia menemukan sebuah rumah yang nampak kosong dan memutuskan untuk membawa anak-anaknya masuk. Ia segera membuat api unggun dan membawa anak-anaknya ikut duduk disekitar api unggun itu.

Mereka mulai merasa hangat. Kemudian mereka tertidur. Tapi, belum beberapa lama mereka tertidur, muncullah sang kucing yang ternyata adalah pemilik rumahtersebut. Sang kucing marah melihat ada yang berani masuk tanpa izin ke rumah miliknya. Ia mengamuk dan memaksa keluarga kodok keluar dari rumahnya.

Keluarga kodok kaget dan terbangun dengan tergesa-gesa. Mereka sangat takut. Dengan terbata-bata, Ibu Kodok mencoba menjelaskan situasi mereka pada Sang Kucing. Ia memohon agar Sang Kucing membolehkan mereka untuk berteduh dalam rumah itu, setidaknya hingga hujan reda.

Namun Sang Kucing tidak mau mendengar penjelasan Ibu Kodok. Ia mengancam akan memakan keluarga kodok jika mereka tidak segera meninggalkan rumah tersebut. Ibu Kodok tak punya pilihan lain. Ia membawa anak-anaknya keluar dari rumah itu, padahal hujan masih begitu lebat.

Untunglah saat mereka keluar, tak jauh berjalan dari rumah tersebut,  Ayah Kodok menemukan mereka. Ternyata Ayah Kodok sudah sedari tadi mencari kelarganya karena ingin membawa mereka ke tempat tinggal baru yang ia temukan, tapi ia tak dapat menjumpai keluarganya di bawah pohon. Keluarga Kodok lalu segera menuju tempat tinggal baru mereka.

Namun naas bagi nasib sang kucing yang tak berperikehewanan. Saat terlelap sambil menikmati api unggun yang dibuat oleh ibu kodok tadi, ekornya terbakar hangus oleh api. Itulah balasan jika serakah dan tak ingin berbagi pada sesama.

Kesimpulan: Kita tidak boleh serakah. Kita harus hidup saling membantu dan tolong menolong terhadap sesama. Apabila ada orang yang sedang membutuhkan pertolongan atau sedang hidup kesusahan, hendaknya segera diberi bantuan.

 

Karya : Kura-kura

Join The Discussion