Artikel

Bahaya Anemia Bagi Ibu Yang Sedang Hamil

“Sebanyak 48,6 persen ibu hamil mengidap anemia selama kehamilannya”

Fakta tersebut sangat memprihatinkan. Artinya, 4-5 dari 10 ibu hamil mengalami anemia.

Hal ini tidak dapat dianggap remeh. Anemia pada ibu hamil akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi ibu maupun si buah hati.

Lalu apa saja dampak dari anemia pada ibu hamil? Kenapa seorang ibu hamil rentan terkena anemia? Dan bagaimana mencegah dan menanggulangi anemia pada ibu hamil?

Saat seorang wanita hamil, ia akan mengalami berbagai perubahan fisiologis pada tubuh. Salah satunya adalah pasokan darah yang dibutuhkan tubuh menjadi dua kali lipat lebih banyak.

Dalam kondisi tersebut, tubuh akan secara alami membentuk lebih banyak sel darah merah guna mencukupi kebutuhan oksigen dan nutrisi janin.

Kita mulai dengan membahas apa itu anemia. Anemia atau serig disebut sebagai kurang darah adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah dalam tubuh dibwah normal. Anemia terjadi ketika hemoglobin di dalam sel-sel darah merah tidak cukup. Akibatnya seseorang yang mengalami anemia akan mudah merasa lelah dan lemas, sesak napas, pusing dan sakit kepala.

Pada ibu hamil yang menderita anemia, gejala-gejala yang ditemukan lebih bervariasi, seperti sulit konsentrasi, kulit dan mata pucat, rambut rontok, mulut dan kerongkongan terasa kering. Tidak hanya itu, anemia pada ibu hamil juga sangat dikhawatirkan akan memberikan dampak pada janin ibu.

Biasanya, anemia pada ibu hamil akan menyebabkan bayi nya nanti lahir dalam kondisi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), yaitu kurang dari 2500 gram. Kondisi ini sangat bahaya bagi bayi karena dapat menyebabkan bayi sangat rentan terkena penyakit, hingga berisiko meninggal.

Beberapa jenis anemia pada ibu hamil adalah sebagai berikut.

1. Kurang asupan zat besi : Zat besi adalah mineral yang ditemukan dalam sel darah merah dan digunakan untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, serta membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen. zat besi sangat diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
2. Kekurangan asam folat : Asam folat adalah suplemen yang umum dikonsumsi oleh ibu hamil. Asam folat dapat pula ditemukan pada makanan yang mengandung nutrisi seperti sayuran berdaun, pisang, melon, dan kacang-kacangan.
3. Kekurangan vitamin B-12 : Vitamin B-12 diperlukan dalam proses pembentukan sel darah merah dalam tubuh.

Jenis-jenis anemia diatas adalah penyebab paling sering anemia terjadi pada ibu hamil. Saat dimana sel darah merah yang diproduksi tubuh berada dibawah normal, saat itulah ibu hamil akan mengalami anemia.

Apa dampak yang dapat terjadi saat ibu hamil mengakami anemia?

1. Depresi postpartum atau depresi setelah persalinan
2. Risiko fatal bila terjadi perdarahan saat proses persalinan
3. Bayi lahir dengan berat badan rendah
4. Bayi lahir prematur
5. Bayi risiko tinggi mengalami stunting
6. Bayi lahir dengan keadaan anemia
7. Kematian janin

Itulah beberapa bahaya yang dapat terjadi pada ibu hamil yang mengalami anemia. Maka dari itu, ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk melakukan beberapa upaya pencegahan anemia aagr hal-hal diatas bisa dicegah. Beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah:

1. Makan makanan bernutrisi khusus
Ibu hamil dianjurkan agar mengonsumsi makanan bernutrisi dan bergizi tinggi, khususnya yang kaya zat besi dan asam folat setiap hari. Makanan yang dimaksud sepertia daging, makanan laut, telurm sayuran hijau, kacang polong, produk susu, kentang, gandum, jeruk, buah-buahan, dan lain-lain.

2. Mengonsumsi vitamin C lebih banyak
Anemia pada ibu hamil bisa diatasi dengan mengonsumsi sayur dan buah tinggi vitamin C, seperti jeruk, stroberi, kiwi, brokoli, kembang kol, tomat, dan paprika. Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan secara lebih efisien.

3. Minum suplemen
Pada wanita yang memang sering mengalami anemia, selain dianjurkan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi, ibu juga harus rutin meminum suplemen zat besi, vitamin B12, dan asam folat sebagai tambahan vitamin.

Itulah beberapa informasi mengenai bahaya anemia pada ibu hamil. Perlu digarisbawahi, agar ibu hamil menghindari minuman kopi dan alkohol, karena dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam penyerapan zat besi yang diperlukan dalam pembentukan sel darah merah. Selalu ingat pepatah “mencegah lebih baik daripada mengobati”.

Salam sehat untuk kita semua…

Join The Discussion