Puisi

Cemburu

Cemburu aku pada cintaku …
Berkakuan seluruh saraf,
Aliran darah terhenti beku dalam rongga penuh sesak.

“Bukankan engkau sayang sudah tau bahwa cintaku begitu dalam padamu?”
Pekat tak berpori, memapat menahan nafas menggumpal dalam dada
Seperti ingin pecah saja.
Koyak segala nafas tak lagi berirama.

Sengajahkah engkau menabur luka cemburu di hatiku?
Hampir saja melahap sukma dan raga ‘ku!
Ya, aku telah cemburu …

‘Tak takluk pada takdir menderu.

Hampir saja purnama dicumbu gerhana.
Gelapkan hati, hampir mati kerna beku darah

Tapi rasa cintaku takkan redup.
Padamu! cintaku ‘kan menyatu.
Mati telah aku kalahkan untuk dapat meilhat mentari terbit di hatimu.

Sudahlah …
Jangan lagi kau tuangkan cawan anggur cemburu!
Aku ‘tak mabuk lagi.
T’lah kulihat di hatimu cinta merah jambu.
Ternyata untukku saja, kau tunggu.

 

 

Karya : cakra99nat

No Responses

Join The Discussion