Puisi

Kabar Angin

Kabar dari angin
Katanya kamu tidak bahagia?
Di saat bulan kian purnama,
kau tetap tersipu dalam kabut.
Menyulam kisah dari sutra

Kabar dari angin …
di air muka ku dia hembuskan bisikan sedikit kaku,
Katanya kamu menanyakan kabarku?

Benarkah itu?
Jujurkah kabar padaku …
Baik…
Akan aku ceritakan padamu lewat angin
Tentang rindu ku yang tak mau mengering,
terus menyembur serupa zam zam di tanah kering.

Rasa itu, sudah lama begitu.
Muara ‘tak pernah menemui alirannya dan ‘tak mau menunggu.

Wahai angin…
Pergilah temui dirinya
Wartakan kisahku padanya ….
Bahwa rindu masih nestapa
mencari fuad di malam hening.
Membusuk menanti harapan dari takdir tak bergeming.
Terus saja meraba doa dalam gelap di ujung malam dingin hening.

Biarkan takdirmu memeluk raga dan jiwamu.
Sudahlah …
Jangan tunggu laut tak berombak,
Nanti senja semakin pekat.
dan semua terlihat pekat.

Sampai di sini,
Pergilah angin melengahnya.

Sebab penyebablah sebabnya.
Biarkan aku mencintainya
Seperti mungkin cintanya padaku!

 

 

 

Karya : cakra99nat

Join The Discussion