Artikel

Waspada Dampak Terlalu Sering Konsumsi Kopi

Konsumsi kopi menjadi trend baru bagi seluruh kalangan. Kopi seringkali dijadikan sebagai kawan saat bersantai di pagi hari, pasangan ngemil di sore hari, maupun teman lembur di malam hari.

Pola hidup seperti ini membuat sebagian besar orang mulai kecanduan dengan kopi. Kopi sudah menjadi konsumsi rutinitas dalam memulai sebuah hari. Hm.. tapi apakah keseringan minum kopi tidak memberikan dampak buruk bagi tubuh?

Yah, memang apapun yang berlebihan itu hasilnya tidak akan baik. Hal yang sama juga berlaku untuk kopi. Minuman ini terkenal mengandung kafein yang tinggi sehingga memang menjadi pilihan saat kita harus begadang menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dikejar deadline. Tapi, harus digaris bawahi untuk tidak terlalu keseringan minum kopi. Kafein yang berlebihan sangat tidak baik bagi tubuh kita bahkan dapat mengancam kesehatan.

Berikut ini disajikan beberapa dampak buruk jika keseringan mengonsumsi kopi.

1. Sakit perut
Pernah ga sih, kalian habis minum kopi tiba-tiba merasa sakit perut? Jika pernah, kemungkinan penyebabnya adalah naiknya asam lambung. Dilansir dari tagar.id, para ahli sepakat senyawa tertentu yang ada dalam kopi memang dapat merangsang sekresi asam lambung di sel-sel perut. Apalagi jika kalian mengonsumsi segelas kopi dalam keadaan perut kosong, justru semakin besar risikonya.

2. Insomnia
Minum kopi terlalu sering dapat mengakibatkan kamu menderita insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur, atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya. Kafein yang terkandung dalam kopi memang membantu tubuh tetap terjaga. Jika kadarnya berlebih dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak, serta mengurangi waktu tidur.

3. Hipertensi
Hipertensi atau adalah kondisi tekanan darah yang lebih tinggi daripada ambang batas normal. Hal ini dikarenakan senyawa yang ada didalam kopi dapat mengakibatkan tekanan darah meningkat. Oleh karena itu, penderita hipertensi dianjurkan untuk tidak mengonsumsi kopi karena dapat menjadi pemicu tekanan darah semakin tinggi dan dapat membahayakan penderita.

4. Produksi urine meningkat
Kafein yang dikandung kopi dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal dan meningkatkan produksi urine. Sifat diuretik kafein yang memberi efek stimulasi pada kandung kemih. Hal ini menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil dan menjadi efek samping yang umum dari mengonsumsi kopi.

5. Meningkatkan berbagai risiko penyakit
Dilansir dari halosehat.com, para pecandu kopi dapat memiliki kadar homosisten yang tinggi. Homosisten sendiri adalah asam amino esensial yang diproduksi tubuh saat memproduksi protein. Jika kadar homosisten tinggi, artinya kadar glutathione menjadi rendah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kematian karena beragam penyakit, seperti kanker dan jantung koroner. Ahli Physician Health Study mengemukakan bahwa kadar homosisten yang tinggi akan meningkatkan risiko serangan jantung 3 hingga 4 kali lipat.

6. Sakit kepala
Jika mengonsumsinya dalam kadar berlebihan dalam jangka waktu lama, maka bisa mengalami gejala penarikan kafein. Gejala penarikan kafein yang dimaksud yaitu sakit kepala dan kelelahan. Untuk mengatasi hal ini, cukup mengurangi kadar kafein yang dikonsumsi secara perlahan.

7. Merasa gelisah
Terlalu sering mengonsumsi kopi justru akan membuat kita menjadi gelisah, jantung berdebar-debar, hingga tangan gemetar. Kafein yang dikandung kopi memang dikenal dapat meningkatkan kewaspadaan, jika kadarnya berlebih dampak buruk itu akan timbul. Kondisi gelisah dan cemas ini biasa disebut caffeinism.

Selain 7 hal diatas, masih ada beberapa dampak yang dapat menghampiri saat terlalu sering mengonsumsi kopi, seperti dapat merusak gigi, melemahkan daya tahan tubuh, merusak sel mulut, kram otot, gangguan mood, dan dehidrasi.

Jadi, jangan terlalu sering minum kopi yah. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Join The Discussion